Sabtu, 04 April 2015

Sad or Happy Ending?

            “Loving someone is like hugging cactus. More you hug, moreit hurts” Ya. Kata-kata itu yang menggambarkan perasaan ku sekarang. Mencitai seseorang yang sangat maya memang menyakitkan, sangat menyakitkan tepatnya. Bagai mana ini tidak menyakitkan? Aku mencintai orang yang sangat mustahil untuk aku miliki. Memang kita tidak berpacaran… tapi aku sudah berjuang banyak untuknya, mungkin aku memang benar-benar bodoh, seperti yang dia katakan. Bagai mana bisa aku sangat mencintai orang yang sudah lama sekali tidak aku temui. Ya, kita hanya berhubungan via bbm bahkan aku tidak tau apa yang dia lakukan setiap diharinya. Meskipun begitu aku sangat sangat sayang pada dia. Aneh. Namun seperti itu kenyataannya.
            Aku tidak tau apakah dia menyangi ku atau tidak atau dia hanya sayang dan menganggap ku seperti adiknya, aku tidak tau dan aku tidak mu tau. Yang jelas aku tulus sayang padanya. Bahkan saking sayangnya aku, aku tidak pernah memperdulikan hati ku sendiri. Seberapa sering dia menyakiti ku dan seberapa sering aku dibuat menangis olehnya, karna semua itu tidak aku rasakan. Yang aku rasakan hanyalah merasa senang dan nyaman saat bersamanya (tidak dalam dunia nyata).
            Sahabat ku selalu bilang untuk berhenti menyayanginya dan menyuruh aku untuk ‘move on’ karena menurut mereka dia terlalu jahat untuk ku. Bahkan saat aku bercerita tentang dia mereka sampai bosan mendengarnya dan saat aku bilang "aku galau.." dengan cepat mereka menjawab "pasti _______ lagi" Aisssh menyebalkan memang. Dia pun juga pernah menyuruh ku untuk menghilangkan perasaan ku terhadapnya, tetapi aku benar benar tidak bisa. Aku sempat beberapa kali mencoba, aku pernah menyukai kakak kelas ku,bahkan aku sempat berpacaran 2 minggu dengan seseorang tetapi tidak ada hasilnya ujung-ujungnya perasaan ku kembali padanya. Mungkin karena aku sudah berjalan sangat jauh dan perasaan ku sangat dalam.

            Aku sekarang selalu berpikir bahwa “Mempertahankan kamu jauh lebih baik dari pada harus mengejar seorang yang aku sukai” hahaha konyol memang bertahan dalam dunia maya dalam waktu yang lama dan merasa nyaman dalam keadaan menyakitkan, tetapi aku berhenti untuk mencoba mengejar seorang yang aku sukai dan berusaha melupakan mu karna itu lebih susah dan menyakitkan. Entah sampai kapan perasaan ini berakhir, entah bagaimana akhir ceritanya apakah ‘sad ending’ atau ‘happy ending’? aku tidak tahu dan aku tidak mau memikirnya. Seperti yang kamu bilang “Kita jalanin dulu aja” :)


Maaf kalau blognya terlalu 'alay'