“Loving
someone is like hugging cactus. More you hug, moreit hurts” Ya. Kata-kata itu
yang menggambarkan perasaan ku sekarang. Mencitai seseorang yang sangat maya
memang menyakitkan, sangat menyakitkan tepatnya. Bagai mana ini tidak
menyakitkan? Aku mencintai orang yang sangat mustahil untuk aku miliki. Memang kita
tidak berpacaran… tapi aku sudah berjuang banyak untuknya, mungkin aku memang
benar-benar bodoh, seperti yang dia katakan. Bagai mana bisa aku sangat mencintai
orang yang sudah lama sekali tidak aku temui. Ya, kita hanya berhubungan via
bbm bahkan aku tidak tau apa yang dia lakukan setiap diharinya. Meskipun begitu aku
sangat sangat sayang pada dia. Aneh. Namun seperti itu kenyataannya.
Aku tidak
tau apakah dia menyangi ku atau tidak atau dia hanya sayang dan menganggap ku
seperti adiknya, aku tidak tau dan aku tidak mu tau. Yang jelas aku tulus
sayang padanya. Bahkan saking sayangnya aku, aku tidak pernah memperdulikan
hati ku sendiri. Seberapa sering dia menyakiti ku dan seberapa sering aku
dibuat menangis olehnya, karna semua itu tidak aku rasakan. Yang aku rasakan
hanyalah merasa senang dan nyaman saat bersamanya (tidak dalam dunia nyata).
Sahabat ku selalu
bilang untuk berhenti menyayanginya dan menyuruh aku untuk ‘move on’ karena
menurut mereka dia terlalu jahat untuk ku. Bahkan saat aku bercerita tentang dia mereka sampai bosan mendengarnya dan saat aku bilang "aku galau.." dengan cepat mereka menjawab "pasti _______ lagi" Aisssh menyebalkan memang. Dia pun juga pernah menyuruh ku
untuk menghilangkan perasaan ku terhadapnya, tetapi aku benar benar tidak bisa.
Aku sempat beberapa kali mencoba, aku pernah menyukai kakak kelas ku,bahkan aku
sempat berpacaran 2 minggu dengan seseorang tetapi tidak ada hasilnya
ujung-ujungnya perasaan ku kembali padanya. Mungkin karena aku sudah berjalan
sangat jauh dan perasaan ku sangat dalam.
Aku
sekarang selalu berpikir bahwa “Mempertahankan kamu jauh lebih baik dari pada harus
mengejar seorang yang aku sukai” hahaha konyol memang bertahan dalam dunia maya
dalam waktu yang lama dan merasa nyaman dalam keadaan menyakitkan, tetapi aku
berhenti untuk mencoba mengejar seorang yang aku sukai dan berusaha melupakan
mu karna itu lebih susah dan menyakitkan. Entah sampai kapan perasaan ini
berakhir, entah bagaimana akhir ceritanya apakah ‘sad ending’ atau ‘happy
ending’? aku tidak tahu dan aku tidak mau memikirnya. Seperti yang kamu
bilang “Kita jalanin dulu aja” :)
Maaf kalau blognya terlalu 'alay'