Minggu, 15 Maret 2015

Kamu adalah Jutaan Warna Yang Hadir

                Segelas susu hangat dan sepiring potongan kentang dan sausnya menemani dinginnya malam ku hari ini. Aku masih terduduk didepan layar laptop yang masih menyala dengan tatapan mata yang kosong. Sunyi,gelap,hampa yang kurasakan sekarang, tidak ada lagi yang mengisi hari-hari ku lagi ,tidak ada yang membuat jutaan warna hadir disetiap hari yang aku lewati,senyum ceria yang biasa hadir dibibir ku hilang sudah. Hari ku menjadi abu-abu. Jutaan warna yang aku miliki telah hilang bersamaan dengan hilangnya seseorang yang telah hadir membawa jutaan warna tersebut.
            Pria itu yang hobinya bermain bola dan bermain gitar, berambut hitam dan terdapat poni menutupi dahinya, yang saat tersenyum terlihat kawat gigi berjejer rapi digiginya,yang satu tahun umurnya lebih tua dari ku telah menghilang dari kehidupan ku saat ini. Pria itu membawa pengaruh besar di dalam hidup ku,selalu membuat ku tersenyum saat membaca pesan singkatnya, yang selalu membuat pipi ku memerah saat ia mengeluarkan kata-kata romantisnya. Pria itu selalu hadir dalam hari hari ku,menemani ku hingga larut malam bahkan dari pagi bertemu pagi lagi. Aku selalu merasa nyaman saat bersamanya, seakan-akan jari-jari ini tidak ingin berhenti menekan-nekan tombol keypad handphone. Memang kita tidak pernah bertemu, tapi entah mengapa aku selalu larut dalam percakapan yang membuat ku nyaman dan tak ingin kehilangannya.
            Semua rasa nyaman yang aku rasakan selama kurang lebih 2 tahun kini sudah tidak ada lagi. Sosok pria yang selalu mewarnai hari-hari ku dulu sudah menghilang.  Tidak ada yang mengisi hari-hari ku,membuat aku tersenyum dan tidak ada lagi yang selalu membuat ku terus menatap layar handphone. Dia yang pesannya selalu aku tunggu itu memilih pergi dari hidup ku karena kesalahan yang aku buat sendiri.
            Ulah konyol itu membuat aku jauh dari sosok yang selalu hadir dalam mimpi-mimpi ku. Ya! Aku memang bodoh! Sangat-sangat bodoh. Aku sendiri tidak menyangka akan melakukan hal sebodoh ini hingga membuat ia membenci ku seperti ini. Marah,jengkel,galau,menyesal semua menjadi satu dalam pikiran ku. Air mata membasahi pipi ku ketika mengetahui ia mendelcont bbm, menunfollow twitter dan instagram ku. Sebenci itukah dia pada ku? Hingga dia tidak mau tahu lagi tentang ku?
            Bukan salahnya jika dia benar benar membenci ku, tapi ini salah ku yang membuatnya menjadi seperti ini. Aku selalu mencoba mencari-cari keberadaannya, terus berusaha meng-invite pin bbmnya kembali. Tetapi… tidak semudah itu, dia tetap mengabaikan itu dan terus membenci ku.
            Hingga suatu saat aku menemukan jejaknya, ya. Kontak linenya masih tersimpan di handphone ku. Aku mencoba memberanikan diri untuk meminta maaf, awalnya aku sempat ragu dan mengerungkungkan niat ku itu, karena aku tahu apa hasilnya. Dia tidak akan membalas pesan singkat ku itu. Tetapi kali ini aku harus benar-benar memberanikan diri karena jika tidak melakukannya aku akan kehilangan sosok itu selamanya.
            Jari-jari ku mulai menekan satu persatu tombol keypad yang ada handphone ku hingga membentuk rangkaian kata dan akhirnya aku menekan tombol enter untuk mengirim pesan tersebut. Mataku tidak berhenti menatap layar handphone ku, sedikit lelah menuggu huruf R keluar. Menandakan pesan itu sudah dibaca. Tak lama kemudian…. Huruf yang aku tunggu-tunggu itu akhirnya muncul. Perasaan ku saat itu tak karuan entah aku harus bagaimana saat melihat huruf itu. Senang? Sedih? Gelisah? Atau bagaimana? Aku tak tahu lagi... Semua tercampur aduk . aku berharap ia akan membalas pesan ku,tapi mungkin harapan ku terlalu tinggi. Led handphone ku tidak menyala tidak ada pesan yang mampir disitu, aku tidak meyerah sampai disitu aku mengetik pesan lagi. Untuk memastikan apakah ia benar-benar tidak mau membalas pesan singkat ku?. Kutekan tombol enter untuk mengirim pesan itu lagi dan hasilnya tetap sama, ia hanya membaca dan enggan membalasnya.

            Air mata terus menetes,menyesali semua yang telah terjadi. Aku terlalu lemah mengisi hari ku sendirian. Aku merindukan kita… :’)